Penerapan Mesin Suritech-TM pada Armada Pukat Udang

Senin, 8 Februari 2010 13:15:09 - oleh : admin

Pengembangan dan Penerapan Mesin Pemisah Daging dan Tulang Ikan untuk Produksi Surimi Hasil Tangkapan Sampingan pada Armada Pukat Udang

Ari Purbayanto, J. Santoso, I.N. Suwastawa (alm), A. Poernomo, dan R. Gunawan

RINGKASAN

Hasil tangkap sampingan (HTS) armada pukat udang di Laut Arafura, yaitu ikan-ikan ekonomis rendah yang dibuang kembali ke laut (discards) mencapai 332.186 ton/tahun. Praktek pembuangan HTS ini merupakan contoh pemborosan sumberdaya yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. Keterbatasan ruang palkah untuk menyimpan HTS yang volumenya 15-20 kali hasil tangkapan udang sebagai target utama, memerlukan sebuah upaya penanganan HTS di atas kapal. Penerapan hasil inovasi mesin pemisah daging dan tulang ikan (SuritechTM) pada armada pukat udang dapat mereduksi volume HTS dalam bentuk daging lumat (mince fish) sehingga lebih mudah disimpan di dalam palkah pendingin melalui pengemasan yang baik.

Penelitian yang dilaksanakan pada tahun pertama (2009) bertujuan untuk: mengukur kinerja teknis mesin SuritechTM, mengukur efisiensi proses produksi surimi di atas kapal, dan karakterisasi mutu surimi yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen melalui uji coba pengoperasian mesin SuritechTM di atas kapal dan analisis laboratorium mutu surimi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pemisah daging dan tulang ikan SuritechTM memiliki kinerja teknis yang baik, ditunjukkan dengan performa struktur mesin SuritechTM yang kuat, kemampuan pemisahan daging dan tulang ikan untuk HTS ikan kurisi sebesar 69,13 kg/jam, kemudian diikuti secara berturut-turut oleh kuro 62,81 kg/jam, gulamah 58,82 kg/jam, dan biji nangka 52,65 kg/jam. HTS ikan ekonomis rendah yang dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi surimi dalam satu kali hauling diestimasi sebanyak 120 kg, sehingga pengoperasian mesin SuritechTM cukup dilakukan oleh 2 orang tenaga kerja. Dari hasil pemisahan daging dan tulang ikan yang selanjutnya diproses menjadi surimi, sebagai contoh untuk jenis ikan kurisi dalam satu hari kegiatan penangkapan udang akan dihasilkan surimi sebanyak 117,86 kg memiliki nilai setara dengan Rp. 2.946.440,- dengan asumsi harga surimi di pasaran lokal Rp. 25.000,- per kilogram.

Frekuensi pencucian satu kali memiliki nilai kekuatan gel, uji lipat, dan uji gigit yang lebih baik dibandingkan pencucian dua dan tiga kali, sehingga frekuensi pencucian satu kali ditetapkan sebagai pencucian surimi terbaik. Pengkomposisian surimi antara surimi ikan gulamah dan surimi ikan kurisi memiliki nilai kekuatan gel, uji lipat dan uji gigit yang lebih baik daripada jenis pengkomposisian surimi yang lain, sehingga pengkomposisian surimi antara surimi ikan gulamah dan kurisi (rasio 1:1) ditetapkan sebagai pengkomposisian terbaik. Surimi ikan HTS dengan penambahan cryoprotectant memiliki karakteristik fisika-kimia yang baik dibandingkan dengan surimi tanpa penambahan cryoprotectant.

Hasil analisis karakteristik surimi ikan HTS yang disimpan beku selama dua bulan, yaitu uji kekuatan gel, uji lipat dan uji gigit, kadar air, PLG, dan TVBN menunjukkan bahwa jenis ikan berpengaruh nyata terhadap perlakuan (mince fish dengan penambahan cryoprotectant dan tanpa penambahan cryoprotectant) dan lama penyimpanan (satu dan dua bulan penyimpanan). Sedangkan, untuk analisis pH, derajat putih, kadar protein, dan WHC menujukkan bahwa jenis ikan tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan dan lama penyimpanan. Hasil analisis uji gigit, uji lipat, kadar air dan TVBN pada surimi ikan HTS yang telah disimpan beku selama 2 bulan dikatakan masih layak untuk dikonsumsi berdasarkan SNI-01-2694.1-2006.

Karakteristik surimi yang dihasilkan dari proses pemisahan daging dan tulang ikan di atas kapal (model terputus) memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan pengolahan ikan beku HTS yang dilakukan di darat.

Kata kunci: Mesin SuritechTM, surimi, hasil tangkap sampingan (HTS), armada pukat udang, Laut Arafura

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya